July 30, 2019

Final Piala Indonesia 2018: Persija Jakarta Minta Pengamanan Ekstra Di Makassar

Laga final Piala Indonesia 2018 leg kedua, antara PSM Makassar dan Persija Jakarta harus tertunda. Laga tersebut sejatinya digelar pada 28 Juli, di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging.

PSSI mengambil keputusan agar laga ditunda lantaran faktor keamanan dan kenyamanan. Persija pun sempat mendapat lemparan pada bus mereka, usai sesi latihan resmi, 27 Juli.

Ferry Paulus sebagai CEO Persija akhirnya meminta pengamanan yang benar-benar mantap kepada pihak panitia penyelenggara PSM, untuk laga yang ditetapkan pada 6 Agustus ini.

“Kami sarankan, pengamanan pada leg tanggal 6, itu jelas-jelas kami minta ada pengamanan ekstra, ada perhatian khusus dari mulai kami datang di bandara sampai ke hotel, latihan resmi, balik ke hotel, kemudian kembali lagi ke stadion untuk bertanding, sampai pulang lagi ke hotel dan kembalinya kami ke bandara, minta pengamanan ekstra,” urai Ferry.

“Kenapa kami Persija minta itu? Karena buat kami sepakbola ini harus mendapatkan tontonan yang menarik. Jadi sudah tidak musim lah rasanya bahwa laga sepakbola ada opsional dan tambahan tinju, ribut, dan sebagainya,” sambung Ferry, bermaksud supaya panpel PSM bisa mengantisipasi segala kemungkinan di laga final.

“Kami mengimbau untuk apa yang jadi keinginan kami di Mattoanging supaya semua tatanan diperhatikan dengan baik, tidak ada yang lain lebih dari standar, tetapi khusus pengamanan karena kejadian kemarin, ada busur panah dan sebagainya, itu semua harus diantisipasi supaya final ini jadi tontonan yang menarik untuk semua masyarakat Makassar dan Indonesia.”